Profil Ibu Siti Alfiyah


Nama Kecil            : SITI ALFIYAH
Tempat/Tgl. Lahir  : MALANG, 02 PEBRUARI 1952
Wafat                  : MALANG, 08 MEI 2012




Beliau menikah bulan September 1971 dan dikaruniai 6 orang anak yaitu 1 orang putra dan 5 orang  putri. Pengobatan alternatif secara refleksiologi ditekuni berawal dari ketika suami beliau yang bernama H. ABDUL ROCHMAN SAID AZIZ sakit yang tak kunjung sembuh. Penyakit yang menyerang adalah hipertensi sampai stroke dan akhirnya lumpuh. Penyebab penyakit tersebut diawali karena banyaknya konsumsi obat-obatan kimia resep dari berbagai dokter, dan berobat ke berbagai rumah sakit. Berbagai cara tersebut dicoba bukan karena tidak bersabar dalam menanti kesembuhan tetapi karena tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan penyakit itu semakin parah. Kemudian pada saat kritis (mengalami koma) rumah sakit menolak dan dinyatakan oleh pihak rumah sakit bahwa ginjal suami beliau sudah infeksi dan rusak, tidak dapat diperbaiki lagi. Pada saat itu beliau hampir putus asa mendengarkan anamese yang dikatakan oleh dokter tersebut, sebab sudah berbagai upaya dilakukan dan banyaknya biaya pengobatan yang dikeluarkan tetapi suami tidak sembuh dan semakin parah. Dari situ beliau hanya dapat berdo'a dan memperbanyak sholat malam untuk memohon petunjuk dan barokah Allah.

Suatu saat beliau terjaga dari tidur sekejap setelah sholat malam hari (sholat tahajud) yang ketujuh, beliau diberi petunjuk oleh Allah SWT pada hati dan pikiran beliau. Sehingga akhirnya beliau bangkit kembali menggunakan ramuan obat-obatan tradisional dan jenis-jenis vitamin yang berbentuk makanan kesehatan dan sekaligus melakukan terapi perawatan secara refleksi. Alhamdulillah, ternyata hasilnya sangat memuaskan, semua adalah pertolongan dan barokah dari Allah SWT, dalam waktu yang singkat yaitu 24 hari dengan 3 x 24 refleksi perawatan, suami beliau mulai sehat kembali dan bisa berlatih berjalan juga dikursi roda. Disela-sela perawatan beliau kepada suaminya juga melakukan perawatan secara refleksi kepada para tetangga dan masyarakat sekitar kota Malang yang datang minta pertolongan dari semua lapisan masyarakat.

Dua tahun kemudian tepatnya Agustus 1985, suami dan para tetangganya serta lingkungan masyarakat Sudimoro sangat puas dan berharap supaya beliau bisa membuka tempat praktek umum untuk selanjutnya. Semua yang pernah membuktikan hasil perawatan secara refleksi dari beliau merasa sangat prima (fit) dan semua keluhannya tidak ada lagi. Dari hasil tersebut beliau semakin bersemangat untuk melestarikan Pengobatan Alternatif secara Refleksi yang disertai dengan ramuan-ramuan Jawa/Tradisional. Jadi sekaligus melestarikan budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia. Setiap penyakit selalu berbeda-beda kasus awal kejadiannya, sehingga dalam perawatan dan cara penanggulangannya juga berbeda-beda. Untuk mendapatkan cara penanggulangan yang tepat dan benar sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, maka cara bertanya kepada pasien harus benar-benar diperhatikan. Memperhatikan tanda-tanda yang ada pada tubuh penderita dan keluhan yang dirasakan oleh penderita.

Sampai saat ini, masyarakat dalam negeri maupun luar negeri berbondong-bondong datang meminta diperiksa dengan pengobatan secara refleksi, dengan refleksi tanda-tanda sekecil apapun yang ada dalam tubuh bisa terdeteksi dan dianalisa. Pemeriksaan secara medis sesuatu yang timbul 50% baru dapat dideteksi terjangkitnya penyakit, tetapi pemeriksaan secara refleksi baru timbul 1 - 10 % sudah dapat terdeteksi dengan jelas. Itu merupakan keunggulan refleksiologi. Dan yang paling penting adalah sembuhnya si penderita tidak semu bahkan semakin tidak rentan terhadap semua serangan virus maupun bakteri. Susunan dosis obat-obatannya juga semakin menurun. Jadi pasien yang berobat semakin prima kesehatannya. Diperiksa dengan refleksiologi, laboratorium dan alat-alat medis modern tetap bagus dan hasil pemeriksaanya tidak saling bertentangan.

Pengobatan alternatif secara refleksi tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan tahun 1973 bahwa pengobatan tradisional dipersilahkan untuk melaksanakan pengabdiannya. Dari tahun ke tahun, beliau selalu berangan-angan bisa memiliki suatu bangunan yang sederhana dan bersih. Pada tanggal 7 Mei 1990, beliau telah berhasil mewujudkan suatu bangunan yang beliau harapkan dan dinamakan "Poliklinik Pengobatan Tradisional Hj. Siti Alfiyah (POLI BATRA) agar selalu dapat dikenang oleh keluarga dan masyarakat apabila pengobatan alternatif secara refleksi dan ramuan obat tradisional berkembang dimasa mendatang. Sejak saat itu resmi dibuka oleh Bapak Walikota Kotamadya Malang. Semua itu bagi beliau merupakan anugerah Allah SWT dan suatu penghargaan serta kehormatan dari semua lapisan masyarakat yang mendukung dan semua pasien yang mempercayakan pemeriksaan kesehatannya kepada Balai Pengobatan Refleksiologi Indonesia yang beliau cintai.

Dengan adanya berita bahwa ada kebijaksanaan pemerintah yang tercantum dalam GBHN tahun 1992/1993  nomer 23 pasal 47 yang berbunyi sebagai berikut:

"Pengobatan Tradisional Modern atau perawatan selain medis yang dapat dipertanggungjawabkan keberhasilannya, perlu dibina dan dikembangkan untuk dapat digunakan sebagai peran serta masyarakat didalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Dan tetap diawasi, dipantau, diarahkan sehingga tidak terjadi pelanggaran dalam menggunakan kewenangan."

Maka beliau semakin bersemangat lagi dalam mengembangkan pengobatan alternatif secara refleksi yang lebih mampu bersaing dengan persaingan yang sehat dan terbuka. Sebab pengobatan secara refleksi ini sangat bermanfaat dan aman bagi pelayanan kesehatan anak sampai orang lanjut usia.

Pengobatan ini tidak membuat luka baru dan tidak memasukkan benda asing ke dalam tubuh, aman bagi penyakit luar dan dalam. Dengan berbagai macam penelitian selama bertahun-tahun sampai sekarang yaitu lebih kurang 25 tahun diperoleh bahwa berbagai macam penyakit yang dikeluhkan oleh banyak pasien berhasil sembuh, aman, dan kesehatannya semakin membaik dengan pengobatan secara refleksi. Berarti pengobatan secara refleksi sangat sesuai dengan harapan beliau, masyarakat dan pemerintah dalam program kesehatan serta menjadi semua harapan semua bangsa di dalam maupun luar negeri. Dari tahun ke tahun semakin banyak pasangan suami istri yang sudah lama menikah tetapi belum mempunyai keturunan, ALHAMDULILLAH 90% berhasil dan anak-anak yang dilahirkan merupakan karunia dari Allah SWT, maka beliau namakan BAYI KARUNIA.

Perlu diingat bahwa semua keberhasilan bermacam-macam waktu yang ditempuh. Ada kalanya 1 atau 2 kali, 3 kali, 7 kali datang. Sekali kedatangan bisa dikategorikan 1 hari, 1 minggu dan 1 bulan. Ada juga yang dikategorikan 1x8 jam. Banyaknya pasien yang membutuhkan, maka beliau membuka beberapa cabang di daerah dan kota-kota besar untuk mempermudah dijangkau oleh si pasien. Untuk hal tersebut diperlukan tenaga perefleksi yang lebih banyak untuk membantu tugas beliau. Maka beliau menyusun kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan oleh seorang Perefleksi yang arif dan bijaksana serta menjadi seorang yang bertanggung jawab pada pengabdiannya. Kemudian beliau menghadap ke Kantor Departemen Kesehatan Kota Malang untuk mohon ijin membuat suatu lembaga pendidikan refleksi didalam naungan Balai Pengobatan Reflekiologi Indonesia. Setelah ditimbang-timbang, maka beliau dipersilahkan untuk membentuk suatu lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut bernama Akademi Refleksi Indonesia Malang (AKRIM) yang berdiri pada tanggal 1 Januari 1995. Sampai sekarang telah meluluskan 10 angkatan. Lulusan-lulusannya ditempatkan pada klinik cabang yaitu Bandung, Cikarang, Surabaya, dan Semarang. Tidak menutup kemungkinaan di buka klinik cabang di kota-kota lainnya. Semua yang beliau lakukan ini semata-mata untuk membantu mengisi kemerdekaan karena beliau merasa sebagai generasi penerus bangsa Indonesia yang beliau cintai. Sekaligus ikut berperan serta dan berkiprah dalam berpartisipasi membangun bangsa yang sehat dan cerdas.

Pada tanggal 08 Mei 2012, Ibu DR.Hj. Siti Alfiyah Maslichah Azis telah wafat meninggalkan kami semua, beliau telah di panggil oleh Allah SWT dan selesailah pengabdian beliau. Tetapi beliau telah mempersiapkan seluruh putra-putrinya sebagai penerus ilmu dan pengabdian melakukan pengobatan secara refleksi. Dan atas ijin dari Allah SWT, BPRI Dr.Hj. Siti Alfiyah M.A. terus berkembang, berbuah, berbarokah ila yaumil qiyamah. Amiin.

Putra-Putri Ibu DR.Hj. Siti Alfiyah M.A. (alm) adalah sebagai berikut:
Info Terkini
Copyright BPRI DR.Hj.Siti Alfiyah M.A © 2010-2013 -- Powered by SAMAWATech
Kami menghimbau untuk berhati-hati terhadap seseorang/institusi yang mengatasnamakan atau membawa-bawa nama kami.
Silahkan menghubungi email kami bila Anda mengalami hal tersebut untuk konfirmasi kepada kami.

-Terima Kasih-
Anak ke-1
Anak ke-2
Anak ke-3
Anak ke-4
Anak ke-5
Home   |   Fasilitas & Layanan   |   Tarif Kamar   |   Klinik Cabang   |   Produk   |   Info Pengobatan   |   Kontak
Hj. Siti Maghfiroh
(Hj. FIR)
H. Alim Mas'uf
(H. ALIM)
Al Inayatul M.
(IIN)
Abdullah Faqihuddin
(DULLAH)
Moch Bachrudin I.
(UDIN)
Ana Rohmawati
(ANA)
Jadual Klinik Pengobatan:
MALANG
Hj. Siti Maghfiroh (Jum'at)
H. Alim Mas'uf (Kamis,Sabtu,Minggu)

SURABAYA
Hari Rabu, Sabtu, Minggu

CIKARANG
Sabtu, Minggu (M4)
Jadual Praktek:
MALANG
Setiap Hari

CIKARANG
Sabtu, Minggu (M1 & M3)
Jadual Klinik Pengobatan:

DIREKTUR
Jadual Klinik Pengobatan:
MALANG
SETIAP HARI

Bandung
-
Jadual Klinik Pengobatan:
BANDUNG
SETIAP HARI
Sholichatun Nikmah
(NIKMAH)
Fatchur Rozak
(ROZAK)
AL Barorotul Munfi'ah
(ALBA)
Muji Heru Santoso
(HERU)